Diskusi Gender LBH APIK Jakarta bersama Komunitas Kalibaru

27 Maret 2016

Pada hari Minggu 27 Maret 2016 LBH APIK Jakarta kembali mengadakan diskusi gender bersama Komunitas Kalibaru melalui program Sekolah Pelopor Keadilan (SPK). Diskusi ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali di hari Minggu. Diskusi dibuka oleh Ibu Imas sebagai mediator.

Diskusi  dimulai dengan pendalaman materi minggu sebelumnya terkait gender dan seks.  Para peserta diminta kembali untuk menyebutkan serta mengklarifikasi perbedaan dan karakteristik gender dan seks. Secara garis besar semua peserta telah memahami perbedaan serta peranan gender dan seks.

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan penjelasan terkait marital rape (perkosaan dalam rumah tangga). Seluruh peserta belum mengetahui sama sekali pemahaman mengenai marital rape. Selama ini para peserta menganggap bahwa marital rape adalah suatu peristiwa perkosaan yang dilakukan oleh anggota keluarga. Dalam sesi ini pula terdapat pengakuan  mengejutkan yang datang dari salah seorang peserta (selanjutnya akan disebut Ibu X). Ibu X ini  pada awalnya mencoba untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh fasilitator dari LBH APIK Jakarta terkait definisi dari marital rape. Menurut pengetahuan Ibu X, marital rape ini adalah tindakan perkosaan yang dilakukan oleh anggota keluarga dalam suatu hubungan rumah tangga. Ibu X juga mengakui bahwa beliau pernah mengalami kejadian ini.

“Dulu saya pernah mengalami hal ini. Saat itu cuaca sedang panas dan saya sedang hamil. Karena panas maka saya tidur hanya ditutupi kain. Tiba-tiba saya merasa sedang disetubuhi. Karena saat iu penerangan minim, saya mengira itu adalah suami saya. Namun ketika mengetahui yang melakukan mertua saya, saya merasa sangat terpukul dan tertekan.” ungkap Ibu X. Ibu X sempat mengalami tekanan batin yang berat semenjak peristiwa tersbeut.  Ibu X juga diceraikan oleh suaminya setelah mengetahui bahwa ia telah disetubuhi oleh ayahnya (mertua Ibu X). Ibu X semakin mendapatkan tekanan batin, ditambah pelaku sudah meninggal sehingga Ibu X tidak bisa melaporkan pelaku ke polisi.

Setelah sesi sharing dengan ibu X, fasiliator memberikan penjelasan terkait apa itu marital rape. Secara sederhana, marital rape adalah tindakan pemaksaan hubungan seks yang terjadi antara pasangan suami istri dalam suatu hubungan pernikahan. Fasilitator melanjutkan dengan melakukan penjelasan terkait tanggung jawab masyarakat dalam mencegah terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Kekersan Dalam Rumah Tangga (selanjutnya akan disebut UU KDRT).

Dengan adanya UU KDRT, maka semua masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menghentikan, menyelesaikan, dan melaporkan terjadinya tindakan KDRT di lingkungan masyarakat. Dengan adanya UU KDRT maka persoalan KDRT sudah bukan merupakan urusan domestik antar anggota keluarga. Hal ini juga mematahkan anggapan yang beredar di masyarakat bahwa persoalan KDRT merupakan persoalan internal antar keluarga saja sehingga harus diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak-pihak yang berseteru dalam hal ini keluarga itu sendiri. Di akhir diskusi, para peserta dapat menguasai klasifikasi gender dan seks, marital rape, serta peranan dan tanggung jawab masyarakat dalam mencegah terjadinya KDRT. 



Profil LBH APIK Jakarta

LBH APIK Jakarta adalah lembaga yang bertujuan mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan demokratis, serta menciptakan kondisi yang setara antara perempuan dan laki-laki dalam segala aspek...

lihat selengkapnya...

Alamat

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta 
Jl. Raya Tengah No.31 RT. 01/09, Kec. Kramat Jati,
Jakarta Timur 13540
Telepon: 021-87797289
Fax: 021-87793300 
Hotline : 081285552430
E-mail lbh.apik@gmail.com