lbh-apik.or.id – Memilih smartphone kelas menengah atas sering membuat konsumen ragu.
Namun, data terbaru memberikan jawaban yang cukup jelas.
Pada akhir 2025, persaingan chipset sub-flagship menunjukkan pemenang baru.
Dominasi lama dari Qualcomm mulai tergeser secara nyata.
Data ini berasal dari AnTuTu.
Platform tersebut merilis peringkat global ponsel Android sub-flagship Desember 2025.
AnTuTu mengumpulkan skor dari jutaan perangkat aktif di seluruh dunia.
Karena itu, data ini mencerminkan performa harian, bukan sekadar uji laboratorium.
“Baca Juga: Rumor Vivo X300 Ultra Bawa Zoom Optik Kontinu“
Poco X7 Pro Pimpin Klasemen Global
Peringkat pertama jatuh kepada POCO X7 Pro.
Perangkat ini mencetak rata-rata skor 1.881.295 poin di AnTuTu V11.
Angka tersebut menunjukkan keunggulan signifikan di kelas sub-flagship.
POCO memadukan performa tinggi dengan stabilitas penggunaan jangka panjang.
Poco X7 Pro menggunakan chipset MediaTek Dimensity 8400-Ultra.
Chipset ini menjaga performa tetap konsisten saat beban berat.
Selain itu, sistem pendinginan bekerja optimal saat penggunaan intensif.
Karena itu, perangkat jarang mengalami penurunan kecepatan.
Keberhasilan ini memperkuat citra POCO sebagai pembuat flagship killer.
Strategi tersebut terbukti efektif di segmen menengah atas.
OnePlus Nord 4 Tertinggal dari Pesaing Utama
Posisi kedua ditempati oleh OnePlus Nord 4.
Ponsel ini mencatat skor sekitar 238.000 poin di bawah Poco X7 Pro.
Nord 4 mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 7+ Gen 3.
Chipset ini menjadi andalan Qualcomm di kelas mid-high end.
Namun, data menunjukkan performanya masih tertinggal dari Dimensity terbaru.
Selisih skor ini cukup besar dan sulit diabaikan.
Qualcomm merilis Snapdragon 7+ Gen 3 pada Maret 2024.
Hingga akhir 2025, Qualcomm belum merilis penerus langsung.
Akibatnya, pasar sub-flagship mengalami stagnasi di kubu Snapdragon.
Konsumen yang menunggu lonjakan performa besar harus bersabar lebih lama.
Poco X6 Pro 5G Tunjukkan Konsistensi Generasi Lama
Podium ketiga kembali dikuasai oleh keluarga POCO.
Poco X6 Pro 5G mencetak skor 1.541.644 poin.
Perangkat ini menggunakan Dimensity 8300-Ultra.
Chipset tersebut berasal dari generasi sebelumnya.
Meski begitu, performanya masih sangat kompetitif.
Fakta ini menunjukkan kualitas arsitektur Dimensity 8-series.
Konsumen dengan anggaran lebih hemat tetap mendapat performa tinggi.
Pilihan ini menawarkan nilai terbaik di kelasnya.
Dukungan perangkat lunak juga memperkuat daya saing POCO.
Pembaruan HyperOS membantu menjaga stabilitas dan kecepatan sistem.
Masa Depan Sub-Flagship Semakin Menarik
Peringkat Desember 2025 relatif stabil sepanjang bulan.
Namun, kondisi ini tidak akan bertahan lama.
MediaTek dikabarkan menyiapkan Dimensity 8500.
Bocoran skor menyebutkan angka di atas 2,4 juta poin.
Jika benar, chipset ini akan mengubah peta persaingan.
Lompatan performa tersebut berpotensi menjauhkan pesaing.
Selain itu, OPPO juga menyiapkan pemain baru.
OPPO Reno 16 Pro Max membawa Dimensity 8450.
Perangkat ini diprediksi mengisi posisi tengah klasemen.
Kehadirannya akan memanaskan kembali pasar sub-flagship.
Kesimpulan: Konsumen Jadi Pihak Paling Diuntungkan
Data AnTuTu menunjukkan dominasi tidak pernah bersifat permanen.
MediaTek kini memimpin lewat Dimensity 8-series.
Sementara itu, Qualcomm menghadapi tekanan untuk segera menjawab.
Bagi konsumen, persaingan ini membawa banyak keuntungan.
Pilihan semakin beragam dengan performa tinggi dan harga kompetitif.
Karena itu, menunggu generasi berikutnya bisa menjadi keputusan bijak.
“Baca Juga: Oppo Find X9 Ultra Bocor, Kamera 200MP dan Dual Telephoto“









