lbh-apik.or.id – Vivo tidak hanya fokus pada smartphone. Perusahaan ini kini menyiapkan dua inovasi besar untuk kreator konten. Bocoran terbaru mengungkap rencana kamera vlogging khusus dan aksesori ekstender tele.
Dua eksekutif Vivo, Huang Tao dan Han Boxiao, menyampaikan strategi ini secara langsung. Mereka menegaskan fokus pada pengalaman pengguna, bukan sekadar spesifikasi. Selain itu, Vivo ingin menjangkau lebih banyak segmen pasar.
“Baca Juga: HyperOS 4 Xiaomi Hadirkan UI Baru dan Warna Leica“
Kamera Vlogging Vivo Jawab Kebutuhan Kreator
Pertama, Vivo mengembangkan kamera vlogging berukuran saku. Perangkat ini hadir untuk kreator yang sering merekam diri sendiri.
Saat ini, banyak kreator masih menggunakan action camera atau gimbal tambahan. Namun, perangkat tambahan sering terasa merepotkan. Oleh karena itu, Vivo melihat peluang besar di sini.
Vivo merancang kamera ini dengan desain ringkas dan stabilisasi bawaan. Pengguna bisa langsung merekam tanpa alat tambahan. Selain itu, perangkat ini akan lebih praktis untuk penggunaan harian.
Rencananya, Vivo akan meluncurkan kamera ini bersama seri Vivo X500. Jadwal peluncuran diperkirakan pada kuartal ketiga tahun ini di China.
Langkah ini juga mempercepat siklus produk Vivo. Sebelumnya, seri X300 hadir pada Oktober. Kini, Vivo memajukan jadwal untuk memperkuat pasar kreator.
Siap Bersaing dengan Kamera Saku Populer
Kamera vlogging Vivo akan masuk pasar yang sudah ramai. Salah satu pesaing kuat adalah DJI Osmo Pocket 4.
Namun, Vivo memiliki keunggulan dalam ekosistem smartphone. Perusahaan bisa mengintegrasikan kamera dengan perangkat lain secara lebih mudah.
Selain itu, Vivo memahami kebutuhan pengguna mobile. Mereka tidak hanya menawarkan kualitas, tetapi juga kemudahan penggunaan.
Dengan strategi ini, Vivo berpotensi menarik kreator pemula dan profesional.
Ekstender Tele Bawa Zoom Jauh ke Harga Terjangkau
Selanjutnya, Vivo mengembangkan aksesori ekstender tele. Aksesori ini membantu pengguna mengambil gambar dari jarak jauh.
Sebelumnya, Vivo hanya menyediakan ekstender ini untuk seri flagship. Contohnya termasuk Vivo X300 Ultra.
Kini, Vivo ingin menghadirkan fitur ini ke seri S yang lebih terjangkau. Seri S60 menjadi kandidat utama untuk inovasi ini.
Dengan ekstender tele, pengguna bisa memotret konser atau pertandingan dengan lebih jelas. Selain itu, pengguna tidak perlu mendekati objek.
Langkah ini memberi nilai tambah besar untuk smartphone mid-range.
Vivo Fokus pada Kualitas dan Konsistensi
Meski demikian, Vivo tetap berhati-hati. Huang Tao menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama.
Perusahaan ingin memastikan hasil foto tetap konsisten di semua perangkat. Oleh karena itu, Vivo masih melakukan pengujian sebelum peluncuran.
Jika hasil tidak memuaskan, Vivo tidak akan memaksakan fitur tersebut. Pendekatan ini menunjukkan fokus pada pengalaman pengguna.
Strategi Vivo Perluas Ekosistem Fotografi
Dua inovasi ini menunjukkan arah baru Vivo. Perusahaan menggabungkan perangkat baru dan aksesori tambahan.
Di satu sisi, Vivo menciptakan kamera khusus untuk kreator. Di sisi lain, Vivo membawa teknologi flagship ke segmen lebih luas.
Selain itu, Vivo tidak hanya mengandalkan software seperti AI kamera. Mereka juga mengembangkan solusi hardware yang nyata.
Strategi ini membuat Vivo berbeda dari banyak pesaing.
Vivo Kembangkan Kamera Vlog: Bangun Masa Depan Fotografi Mobile
Vivo sedang membangun ekosistem fotografi yang lebih lengkap. Kamera vlogging akan mempermudah pembuatan konten. Ekstender tele akan meningkatkan kemampuan zoom.
Kedua inovasi ini saling melengkapi. Selain itu, Vivo juga memperluas akses teknologi ke lebih banyak pengguna.
Jika rencana ini berhasil, Vivo bisa menjadi pemain utama di dunia kreator konten.
“Baca Juga: Redmi A7 Pro 5G Rilis, Baterai 6300 mAh dan Layar 6,9″“









