lbh-apik.or.id – iQOO memastikan Neo 11 Ultra menjadi smartphone pertama yang menggunakan MediaTek Dimensity 9500M. MediaTek dan iQOO mengembangkan chipset tersebut secara khusus untuk perangkat ini.
Secara dasar, Dimensity 9500M memiliki spesifikasi yang sama dengan versi regulernya. Namun, iQOO memberikan optimasi tambahan melalui Monster Super Core Engine.
Teknologi tersebut bekerja langsung pada tingkat chipset. Karena itu, iQOO mengklaim Neo 11 Ultra mampu memberikan performa lebih tinggi dengan konsumsi daya lebih efisien.
“Baca Juga: Poco F9 Pro vs F9 Ultra: Bocoran Spesifikasi Terbaru“
Dimensity 9500M Fokus pada Performa Tinggi
Dimensity 9500M menggunakan proses fabrikasi 3nm yang membantu meningkatkan efisiensi daya. Selain itu, chipset tersebut memakai desain CPU all-big-core untuk mengejar performa tinggi.
Konfigurasinya terdiri dari satu ultra core dengan kecepatan 4,21 GHz. Chipset tersebut juga membawa tiga premium core dan empat performance core.
Dengan konfigurasi tersebut, iQOO menempatkan kemampuan pemrosesan sebagai salah satu keunggulan utama Neo 11 Ultra.
Namun, keunggulan utama chipset ini tidak hanya berasal dari spesifikasi hardware. iQOO mengandalkan Monster Super Core Engine untuk memberikan optimasi tambahan.
Teknologi tersebut berpotensi membuat perangkat bekerja lebih responsif. Selain itu, optimasi tersebut juga dapat membantu menjaga konsumsi daya ketika pengguna menjalankan aktivitas berat.
Layar 2K Utamakan Kenyamanan Mata
Selain performa, iQOO juga memberikan perhatian pada sektor layar. Neo 11 Ultra akan menggunakan panel beresolusi 2K.
iQOO merancang layar tersebut untuk memberikan pengalaman visual yang nyaman. Perusahaan mengklaim tingkat pancaran cahaya biru berbahaya berada di bawah 5 persen.
Selanjutnya, layar tersebut mendukung teknologi Circular Polarized Light 2.0. Teknologi ini membantu perangkat menghasilkan tampilan yang lebih alami.
Dengan begitu, iQOO tidak hanya mengejar performa tinggi. Perusahaan juga mencoba meningkatkan kenyamanan pengguna saat menatap layar dalam waktu lama.
Desain Metal dengan Efek Cahaya 3D
Dari sisi desain, Neo 11 Ultra menggunakan frame berbahan metal. iQOO memberikan tekstur matte untuk menciptakan tampilan yang lebih premium.
Bodinya memiliki ketebalan sekitar 9,13 mm. Ukuran tersebut memang tergolong cukup tebal dibandingkan beberapa smartphone modern.
Namun, ketebalan tersebut kemungkinan berkaitan dengan kapasitas baterai yang besar. iQOO sendiri belum mengungkap kapasitas baterai secara resmi.
Pada bagian belakang, iQOO menghadirkan efek pencahayaan tiga dimensi. Perusahaan menyebut desain tersebut sebagai 3D Flowing Light.
Desain ini memberikan tampilan visual yang berbeda ketika pengguna melihat bagian belakang perangkat dari berbagai sudut.
iQOO Neo 11 Ultra Segera Debut di China
iQOO menjadwalkan peluncuran Neo 11 Ultra di China pada 18 Agustus 2026. Namun, perusahaan belum mengungkap seluruh spesifikasi perangkat tersebut.
Informasi mengenai kamera, kapasitas baterai, dan harga masih menjadi misteri. Karena itu, calon pembeli masih perlu menunggu pengumuman resmi iQOO.
Pertanyaan terbesar tentu berkaitan dengan kemampuan Dimensity 9500M. Secara spesifikasi dasar, chipset tersebut masih mengikuti Dimensity 9500.
Namun, iQOO memberikan optimasi khusus melalui Monster Super Core Engine. Teknologi tersebut menjadi faktor penting yang menentukan perbedaan performa kedua chipset.
Jika optimasi tersebut bekerja sesuai klaim, Neo 11 Ultra berpotensi menawarkan performa lebih tinggi. Selain itu, perangkat juga berpeluang menjaga efisiensi daya ketika menjalankan tugas berat.
Karena itu, pengujian langsung setelah peluncuran akan menjadi penentu. Pengguna nantinya dapat melihat apakah Dimensity 9500M benar-benar memberikan peningkatan dibandingkan versi reguler.
“Baca Juga: POCO F9 Pro dan F9 Ultra Segera Hadir di Indonesia?“










