lbh-apik.or.id – Tomb Raider Remastered: Françoise Cadol, pengisi suara Lara Croft versi Prancis, melayangkan somasi kepada Aspyr. Ia menuduh penerbit game itu menggunakan tiruan suaranya dengan teknologi AI. Menurutnya, Aspyr tidak pernah meminta izin darinya untuk memakai suara tiruan tersebut.
Cadol menyatakan bahwa tindakan itu berpotensi menyesatkan konsumen. Aspyr, menurutnya, seharusnya memberi keterangan jelas mengenai penggunaan suara AI dalam Tomb Raider Remastered.
“Baca Juga: Samsung Galaxy Tab S10 Lite, Tablet AI Serbaguna“
Fans Menjadi Sumber Informasi Pertama
Cadol mengetahui kasus ini dari para penggemar asal Prancis. Mereka menyampaikan keluhan terkait suara Lara Croft di versi remaster. Para pemain merasa suara itu terdengar aneh dan berbeda dari versi orisinal.
Seorang pengguna dengan nama @BastianDruker bahkan membagikan video perbandingan. Video itu menampilkan perbedaan suara Lara Croft di versi asli dan remaster. Dari situ, dugaan penggunaan AI semakin menguat di kalangan komunitas.
Aspyr Belum Memberikan Tanggapan Resmi
Saat laporan ini muncul, Aspyr belum mengeluarkan pernyataan resmi. Perusahaan itu masih bungkam meski tuduhan terus berkembang. Hal ini membuat perdebatan semakin ramai di media sosial maupun forum gaming.
Para pemain berharap Aspyr segera memberi klarifikasi. Mereka ingin tahu apakah suara AI benar-benar digunakan dalam game.
Kasus Tidak Hanya Terjadi di Prancis
Kontroversi suara AI juga muncul di negara lain. Salah satunya terjadi di Brasil. Lene Bastos, pengisi suara Lara Croft versi Portugis, mengaku menghadapi masalah serupa.
Bastos menerima informasi dari para penggemarnya. Ia kemudian mengunggah video di Instagram untuk menanggapi isu tersebut. Dalam video itu, ia berterima kasih kepada fans karena telah memberinya kabar.
Respons Aspyr kepada Lene Bastos
Berbeda dengan kasus di Prancis, Aspyr langsung memberikan permintaan maaf kepada Bastos. Mereka mengaku bersalah karena telah menggunakan suara AI. Aspyr juga berjanji akan memperbaiki masalah ini melalui patch mendatang.
Perusahaan menegaskan bahwa suara AI itu berasal dari pihak pengembang eksternal. Tim eksternal membantu proses remaster, tetapi mereka menggunakan metode yang akhirnya menimbulkan masalah.
Perdebatan tentang AI dalam Industri Game
Kontroversi ini menyoroti isu besar dalam industri game modern. Penggunaan AI memang semakin luas, tetapi harus tetap menghormati hak kreator asli. Para aktor suara mengandalkan suara mereka sebagai karya seni sekaligus identitas profesional.
Dengan maraknya kasus seperti ini, komunitas game menuntut transparansi lebih besar dari penerbit. Pemain ingin mengetahui apakah sebuah game menggunakan suara asli atau tiruan AI.
Penutup: Tomb Raider Remastered
Kasus ini memperlihatkan betapa seriusnya dampak penggunaan AI di industri hiburan. Françoise Cadol dan Lene Bastos menjadi contoh nyata perlawanan aktor suara terhadap praktik yang dianggap merugikan.
Sekarang semua mata tertuju pada Aspyr. Pemain dan pengisi suara menunggu langkah nyata perusahaan untuk menyelesaikan masalah ini dengan adil.
“Baca Juga: The Last of Us 3: Neil Druckmann Bocorkan Rencananya“









