lbh-apik.or.id – Samsung bersiap meluncurkan generasi terbaru smartwatch pada pertengahan 2026. Namun, bocoran terbaru menunjukkan perusahaan tidak membawa peningkatan pada kecepatan pengisian daya.
Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 kabarnya tetap menggunakan teknologi pengisian daya yang sama seperti generasi sebelumnya. Sebaliknya, Samsung memilih meningkatkan fitur kesehatan dan kecerdasan buatan pada perangkat barunya.
“Baca Juga: Galaxy Z Fold 8 Wide Siap Hadir dengan Layar Lebih Luas“
Dokumen Sertifikasi Ungkap Kecepatan Pengisian Daya
Laporan terbaru mengungkap dokumen sertifikasi 3C di China. Dokumen tersebut menunjukkan Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 mendukung pengisian daya 10W.
Angka tersebut sama dengan Galaxy Watch 8 dan Galaxy Watch Ultra. Karena itu, pengguna tidak akan menemukan peningkatan pada sektor pengisian baterai.
Bocoran ini juga memperkuat laporan sebelumnya. Samsung disebut tidak menyiapkan perubahan besar pada desain maupun kapasitas baterai.
Meski begitu, perusahaan tetap optimistis dengan strategi tersebut. Gadget Samsung tampaknya lebih fokus pada pengalaman penggunaan sehari-hari.
Samsung Siapkan Peluncuran Juli 2026
Samsung diperkirakan menggelar acara Galaxy Unpacked pada 22 Juli 2026. Dalam acara tersebut, perusahaan kemungkinan memperkenalkan Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2.
Kedua perangkat menjadi penerus lini smartwatch premium Samsung. Banyak penggemar berharap Samsung menghadirkan peningkatan signifikan pada sektor kesehatan dan kebugaran.
Selain itu, peluncuran ini juga menjadi ajang Samsung memperkuat posisinya di pasar perangkat wearable.
Galaxy Watch 9 Classic Belum Terlihat
Bocoran sertifikasi menghadirkan fakta menarik lainnya. Database hanya menampilkan dua nomor model smartwatch terbaru Samsung.
Nomor model tersebut mengarah pada Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2. Namun, tidak ada tanda kehadiran Galaxy Watch 9 Classic.
Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi. Sebelumnya, beberapa rumor menyebut Samsung sedang menyiapkan model Classic.
Meski demikian, absennya model tersebut masih masuk akal. Samsung biasanya merilis varian Classic setiap dua tahun sekali.
Karena Galaxy Watch 8 Classic hadir pada 2025, Samsung mungkin menunda penerusnya hingga generasi berikutnya.
Samsung Andalkan Fitur Kesehatan Berbasis AI
Samsung telah mengonfirmasi peningkatan besar pada aplikasi Samsung Health. Perusahaan menyiapkan tampilan baru yang lebih modern dan mudah digunakan.
Selain itu, Samsung juga menghadirkan analisis kesehatan berbasis kecerdasan buatan. Teknologi ini membantu pengguna memahami kondisi tubuh secara lebih mendalam.
Fitur AI tersebut dapat memberikan wawasan kesehatan yang lebih personal. Karena itu, pengguna bisa memantau aktivitas harian dengan lebih efektif.
Samsung berharap fitur baru ini menjadi daya tarik utama Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2.
Efisiensi Menjadi Prioritas Utama
Tidak semua pengguna menganggap pengisian cepat sebagai fitur penting. Banyak pemilik smartwatch mengisi baterai saat mandi atau sebelum tidur.
Karena itu, Samsung tampaknya memilih meningkatkan efisiensi perangkat dibanding mengejar kecepatan pengisian daya.
Strategi tersebut juga memungkinkan perusahaan mengoptimalkan daya tahan baterai melalui perangkat lunak. Hasilnya, pengguna bisa memperoleh pengalaman yang lebih stabil sepanjang hari.
Galaxy Watch 9 Siap Hadir dengan Pengalaman Baru
Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 memang tidak membawa pengisian daya lebih cepat. Namun, Samsung berusaha menutup kekurangan tersebut melalui fitur kesehatan yang lebih cerdas.
Kombinasi kecerdasan buatan, antarmuka baru, dan optimalisasi sistem menjadi fokus utama perangkat ini. Jika fitur tersebut bekerja sesuai harapan, smartwatch terbaru Samsung tetap berpotensi menarik perhatian banyak pengguna saat meluncur pada Juli 2026.
“Baca Juga: Google Permudah Pembuatan Band Kustom untuk Fitbit Air“










