lbh-apik.or.id – Samsung bersiap meluncurkan Galaxy S26 sebagai produk utama tahun depan. Tim desain sudah menyelesaikan bentuk final. Anggota Tim teknis juga sudah menguji fitur AI terbaru. Tim pemasaran bahkan siap menjalankan kampanye global. Namun, satu komponen kecil justru mengacaukan rencana. Komponen itu adalah memori.
Lonjakan Harga LPDDR5X Ciptakan Situasi Darurat
Laporan dari Korea Selatan menunjukkan kenaikan harga LPDDR5X 12GB. Harga modul ini naik dari sekitar $30 menjadi hampir $70. Kenaikan itu terjadi hanya dalam beberapa bulan. Situasi itu mendorong pimpinan Samsung mengambil langkah cepat.
TM Roh memutuskan bertemu CEO Micron, Sanjay Mehrotra. Pertemuan itu dijadwalkan pada hari pertama CES 2026. Keputusan ini menandakan betapa seriusnya krisis memori tersebut. Pertemuan penting seperti itu jarang dilakukan di tengah jadwal CES yang sangat padat.
“Baca Juga: Realme Narzo 90 Series Ungkap Spek dan Harga Jelang Rilis“
Industri Memori Masuk Fase Kenaikan Harga
Industri memori saat ini memasuki fase kenaikan harga. Produsen lebih memilih kontrak jangka pendek. Mereka menghindari perjanjian jangka panjang. Kondisi itu menyulitkan divisi mobile Samsung.
Samsung membutuhkan kepastian pasokan untuk produksi massal. Samsung juga harus memperkirakan kebutuhan untuk seluruh masa hidup produk. Tekanan meningkat karena biaya prosesor juga ikut naik. Kombinasi faktor itu menekan anggaran divisi mobile.
Micron Punya Posisi Tawar Kuat dalam Negosiasi
Micron sebelumnya memasok DRAM untuk seri Galaxy S25. Mereka berhasil memenuhi kebutuhan Samsung. Keberhasilan itu memberi Micron posisi tawar lebih tinggi.
Samsung kini harus bersaing untuk mendapatkan komitmen pasokan. Kapasitas industri terbatas sehingga negosiasi semakin sulit. Hasil pertemuan CES akan menentukan kelancaran produksi Galaxy S26.
Tantangan Internal antara Divisi DS dan DX
Samsung memiliki divisi Device Solutions (DS) yang memproduksi memori. Divisi DX membeli memori untuk perangkat mobile. Namun, kedua divisi bekerja seperti perusahaan terpisah. Hubungan itu sering membuat negosiasi berjalan rumit.
Laporan menyebut kedua divisi belum mencapai kesepakatan pasokan. Kondisi itu menciptakan tekanan tambahan bagi tim mobile. Mereka harus mengatur strategi menghadapi kondisi pasar yang tidak stabil.
Samsung Siapkan Teknologi LPDDR6 untuk Masa Depan
Divisi DS mengembangkan teknologi LPDDR6. Teknologi itu menjanjikan kecepatan dan efisiensi lebih tinggi. Samsung mungkin memperlihatkan teknologi itu di CES 2026.
Namun, LPDDR6 belum siap untuk produksi massal. Teknologi itu belum dapat digunakan pada Galaxy S26. Divisi mobile tetap harus mengamankan LPDDR5X yang harganya terus naik.
Dampak terhadap Harga dan Pilihan Konsumen
Konsumen mungkin akan merasakan dampaknya. Kenaikan harga komponen biasanya memengaruhi harga perangkat. Smartphone Samsung mungkin menaikkan harga jual Galaxy S26. Samsung juga mungkin mengurangi variasi memori pada awal peluncuran.
Samsung dapat memprioritaskan model premium seperti S26 Ultra. Keputusan itu dapat menjaga profit di tengah tekanan biaya.
Kesimpulan: Pertemuan CES Menjadi Kunci Masa Depan S26
Situasi ini menunjukkan rumitnya produksi smartphone modern. Samsung harus memastikan pasokan stabil untuk komponen kunci. Pertemuan TM Roh dan CEO Micron akan menentukan langkah selanjutnya.
Jika negosiasi berhasil, Galaxy S26 dapat rilis sesuai rencana. Jika gagal, kita mungkin melihat penundaan atau perubahan spesifikasi. Drama supply chain untuk Galaxy S26 kini sudah berlangsung.
“Baca Juga: Sony A7 V Hadir dengan AI Cerdas dan Kecepatan 30 fps“









