lbh-apik.or.id – Wireless Power Consortium (WPC) segera memperbarui standar pengisian daya nirkabel Qi. Pembaruan ini akan meningkatkan kecepatan wireless charging hingga 50W.
Laporan ITHome menyebut WPC menggelar pertemuan khusus di kantor Xiaomi, Beijing. Pertemuan itu membahas penyempurnaan teknologi pengisian daya nirkabel generasi berikutnya.
Xiaomi menjadi salah satu perusahaan yang mendorong peningkatan tersebut. Perusahaan itu menawarkan solusi pengisian dengan daya tinggi dan efisiensi lebih baik.
Jika proses finalisasi berjalan lancar, standar baru ini akan menjadi acuan bagi banyak produsen smartphone di seluruh dunia.
“Baca Juga: Huawei MatePad Pro Max Meluncur di Eropa, Mulai Rp20 Juta“
Flagship Global Berpeluang Mengejar Ponsel China
Saat ini, banyak flagship global masih tertinggal dalam urusan baterai dan pengisian daya.
iPhone 17 Pro Max, Galaxy S26 Ultra, dan Pixel 10 Pro XL masih mengandalkan baterai sekitar 5.000 mAh. Kecepatan pengisian dayanya juga masih lebih rendah dibanding pesaing asal China.
Sebaliknya, OnePlus 15, Oppo Find X9 Pro, Vivo X300 Ultra, dan Xiaomi 17 Ultra sudah menawarkan baterai sekitar 7.000 mAh.
Beberapa perangkat tersebut juga mendukung pengisian daya sangat cepat, baik menggunakan kabel maupun secara nirkabel.
Standar Qi 50W diharapkan mampu mengurangi kesenjangan tersebut dalam beberapa tahun mendatang.
Perangkat Pertama Diperkirakan Hadir pada 2028
WPC memang belum mengesahkan standar terbaru secara resmi. Namun, proses pengembangannya disebut sudah memasuki tahap akhir.
Perangkat pertama yang mendukung Qi generasi baru diperkirakan hadir mulai 2028.
Xiaomi diprediksi menjadi produsen pertama yang mengadopsi teknologi tersebut.
Apple, Google, dan Samsung juga memiliki peluang besar untuk menggunakannya pada generasi flagship berikutnya.
Nama seperti Pixel 13, Galaxy S28, dan iPhone 21 diperkirakan menjadi kandidat awal yang membawa standar baru tersebut.
Selain itu, pembaruan ini dapat mempercepat adopsi Qi2 di lebih banyak perangkat Android.
Kecepatan Tinggi Tetap Memunculkan Kekhawatiran
Kecepatan pengisian yang lebih tinggi tetap memunculkan pertanyaan baru.
Sebagian pengguna khawatir panas berlebih dapat memengaruhi umur baterai.
Keluhan seperti ini sudah sering muncul dari pengguna MagSafe dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak pengguna tetap memilih pengisian menggunakan kabel karena menganggap suhu perangkat lebih stabil.
Karena itu, produsen perlu menghadirkan sistem pendingin dan pengelolaan suhu yang lebih baik.
Langkah tersebut penting agar baterai tetap awet meski menerima daya lebih besar.
Standar Baru Berpotensi Mengubah Industri Smartphone
Bagi pengguna di luar China, wireless charging 50W masih terdengar sangat cepat.
Bahkan, sebagian flagship global belum mencapai kecepatan tersebut melalui pengisian kabel.
Sebaliknya, beberapa ponsel China sudah menawarkan wireless charging hingga 80W.
Jika standar Qi 50W mulai digunakan secara luas, konsumen global akan menikmati pengalaman yang jauh lebih baik.
Perubahan ini juga dapat mendorong Apple, Samsung, dan Google meningkatkan kecepatan pengisian daya kabel mereka.
Selain itu, produsen aksesori akan lebih mudah membuat produk yang kompatibel dengan berbagai merek.
Konsumen pun memperoleh lebih banyak pilihan tanpa khawatir soal kompatibilitas.
Pada akhirnya, standar Qi terbaru berpotensi menjadi salah satu perubahan terbesar dalam industri smartphone. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada komitmen produsen untuk mengadopsinya di perangkat masa depan.
“Baca Juga: Samsung Beri Sinyal Galaxy Z Fold 8 Lewat Teaser Baru“








