lbh-apik.or.id – Google akhirnya mengonfirmasi detail penting mengenai chipset Tensor G6 untuk seri Pixel 11. Chip tersebut ternyata tidak menggunakan proses fabrikasi 2nm TSMC.
Peng Yu-chun, VP of Hardware Google, menyampaikan informasi tersebut dalam wawancara dengan CNA. Ia menjelaskan bahwa Google memilih proses 3nm TSMC untuk memproduksi Tensor G6.
Keputusan tersebut mengejutkan karena banyak rumor sebelumnya menyebut Google akan memakai teknologi 2nm. Jika rumor itu benar, Pixel 11 berpeluang menjadi salah satu ponsel pertama dengan chipset 2nm.
“Baca Juga: Tecno Pova 8 Pro: Gaming 144FPS dengan Chip P1“
Tensor G6 Tetap Bawa Peningkatan Performa
Meskipun Google memilih proses 3nm, Tensor G6 tetap menawarkan sejumlah peningkatan. Google mengklaim chip tersebut mampu mempercepat aktivitas web hingga 25 persen.
Selain itu, Tensor G6 dapat mempercepat pembukaan aplikasi hingga 15 persen. Google juga mengklaim kemampuan komputasi TPU meningkat hingga 50 persen.
Google turut meningkatkan sistem keamanan Titan M3 pada Tensor G6. Peningkatan tersebut bertujuan memberikan perlindungan lebih baik pada perangkat Pixel 11.
Google juga memperbarui ISP untuk mendukung kemampuan fotografi Pixel 11. Peningkatan tersebut mencakup fitur Night Sight dan kemampuan digital zoom.
Karena itu, Google tampaknya lebih mengutamakan kemampuan AI dan fotografi. Strategi tersebut memang sudah menjadi salah satu kekuatan utama perangkat Pixel.
Benchmark Tensor G6 Picu Kekhawatiran
Di sisi lain, bocoran benchmark Tensor G6 justru memunculkan kekhawatiran. Sebuah hasil Geekbench mencatat skor single-core sebesar 2.112.
Sementara itu, skor multicore Tensor G6 mencapai 5.196. Angka tersebut kabarnya masih tertinggal jauh dari Galaxy S26 Ultra.
Jika perbandingan tersebut akurat, Tensor G6 masih menghadapi tantangan besar dalam performa mentah. Namun, satu hasil benchmark belum cukup untuk menggambarkan kemampuan sebenarnya.
Pengujian lanjutan perlu membandingkan performa perangkat dalam berbagai kondisi penggunaan. Optimasi perangkat lunak juga dapat memengaruhi pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Google Pilih Fokus AI daripada Angka Benchmark
Google tampaknya mengambil pendekatan berbeda dibandingkan Apple dan Samsung. Perusahaan tersebut tidak sekadar mengejar skor performa tertinggi melalui teknologi fabrikasi terbaru.
Sebaliknya, Google terus mengembangkan integrasi AI pada perangkat Pixel. Tensor G6 menjadi bagian penting dari strategi tersebut melalui peningkatan kemampuan TPU dan fotografi.
Google juga dapat mengoptimalkan perangkat keras dan perangkat lunak secara bersamaan. Pendekatan tersebut dapat membantu Pixel memberikan pengalaman yang lebih konsisten.
Namun, Google tetap perlu membuktikan klaim performanya melalui pengujian nyata. Konsumen tentu ingin melihat perbedaan tersebut dalam penggunaan sehari-hari.
Pixel 11 Hadapi Persaingan Flagship yang Ketat
Keputusan menggunakan proses 3nm membuat persaingan Pixel 11 semakin menarik. Samsung dan Apple terus mengejar teknologi chipset yang lebih efisien.
Sementara itu, Google tampaknya memilih kekuatan AI sebagai pembeda utama. Strategi tersebut juga sejalan dengan pengembangan ekosistem AI Google.
Dengan demikian, Tensor G6 tidak otomatis menjadi chipset terlemah hanya karena menggunakan proses 3nm. Google masih memiliki peluang menunjukkan keunggulannya melalui optimasi dan fitur AI.
Namun, calon pembeli sebaiknya tidak hanya melihat klaim Google. Perbandingan performa, efisiensi baterai, kamera, dan fitur AI akan menentukan daya tarik Pixel 11.
“Baca Juga: Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Borderless“








