lbh-apik.or.id – Xiaomi 18 Pro Max mulai menarik perhatian setelah perangkat yang diduga sebagai model tersebut muncul di Geekbench.
Listing Geekbench mengungkap sejumlah informasi mengenai perangkat tersebut.
Informasi itu mencakup chipset, kapasitas RAM, sistem operasi, serta hasil pengujian performa.
Namun, Xiaomi belum mengonfirmasi identitas perangkat tersebut secara resmi.
Karena itu, pembaca perlu menganggap informasi ini sebagai bocoran awal.
“Baca Juga: vivo X500 Pro Max Ungkap 4 Warna dan Kamera 200MP“
Xiaomi 18 Pro Max Diduga Gunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro
Listing tersebut mencantumkan nomor model M1544F pada perangkat yang muncul di Geekbench.
Nomor model tersebut diduga mengarah pada Xiaomi 18 Pro Max.
Selain itu, Geekbench mencatat SoC dengan nomor SM8975 pada perangkat tersebut.
Sejumlah laporan mengaitkan nomor tersebut dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro.
Chipset tersebut kabarnya membawa konfigurasi delapan inti untuk menangani berbagai kebutuhan pemrosesan.
Konfigurasi tersebut terdiri dari tiga inti berkecepatan 3,74 GHz.
Kemudian, tiga inti lainnya memiliki kecepatan hingga 4,03 GHz.
Sementara itu, dua inti tertinggi mencapai kecepatan 5,11 GHz.
Konfigurasi tersebut menunjukkan fokus Qualcomm pada performa tinggi.
Namun, Xiaomi dan Qualcomm masih perlu memberikan informasi resmi mengenai chipset tersebut.
Xiaomi 18 Pro Max Bawa RAM 12 GB
Geekbench mencatat kapasitas RAM perangkat sebesar 11,0 GB.
Angka tersebut kemungkinan mencerminkan perangkat dengan RAM berkapasitas 12 GB.
Kapasitas RAM tersebut dapat membantu perangkat menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan.
Selain itu, RAM besar juga dapat mendukung berbagai aktivitas berat pada smartphone.
Namun, Xiaomi belum mengungkap pilihan RAM lain untuk Xiaomi 18 Pro Max.
Informasi tersebut kemungkinan muncul bersamaan dengan pengumuman resmi perangkat.
Skor Geekbench Tunjukkan Performa Menjanjikan
Perangkat yang diduga Xiaomi 18 Pro Max meraih skor 3.582 poin dalam pengujian single-core.
Kemudian, perangkat tersebut mencatat 12.247 poin dalam pengujian multi-core.
Geekbench juga mencatat penggunaan GPU Adreno 850 pada perangkat tersebut.
GPU tersebut menangani pemrosesan grafis untuk berbagai aplikasi dan permainan.
Dalam pengujian OpenCL, perangkat meraih skor 26.120 poin.
Sementara itu, pengujian Vulkan menghasilkan skor 29.934 poin.
Hasil tersebut memberikan gambaran awal mengenai kemampuan chipset Qualcomm generasi berikutnya.
Namun, pengguna tidak sebaiknya menganggap skor tersebut sebagai hasil final.
Benchmark Belum Mewakili Performa Saat Rilis
Perangkat yang muncul di Geekbench kemungkinan masih menjalankan tahap pengujian.
Karena itu, Xiaomi masih dapat mengubah perangkat lunak dan pengaturan performanya.
Selain itu, kondisi pengujian dapat memengaruhi skor yang Geekbench catat.
Suhu perangkat, sistem pendingin, serta versi perangkat lunak juga dapat memengaruhi hasil.
Dengan demikian, pengguna perlu menunggu pengujian perangkat versi final.
Hasil penggunaan sehari-hari juga akan memberikan gambaran performa yang lebih nyata.
Xiaomi 18 Pro Max Jalankan Android 17
Selain chipset dan performa, listing Geekbench juga mencatat sistem operasi perangkat.
Perangkat tersebut menjalankan Android 17 dalam pengujian.
Xiaomi kemungkinan akan memasangkan sistem tersebut dengan HyperOS 4.
Namun, perusahaan belum memberikan konfirmasi resmi mengenai penggunaan antarmuka tersebut.
Jika informasi tersebut benar, Xiaomi 18 Pro Max dapat membawa kombinasi hardware dan software terbaru.
Kombinasi tersebut berpotensi menjadi salah satu daya tarik utama perangkat.
Bocoran Xiaomi 18 Pro Max Semakin Menarik
Kemunculan Xiaomi 18 Pro Max di Geekbench memberikan gambaran awal mengenai perangkat tersebut.
Bocoran itu mengungkap chipset, RAM, GPU, sistem operasi, serta hasil benchmark.
Namun, Xiaomi belum mengonfirmasi seluruh informasi tersebut.
Karena itu, pengguna sebaiknya menunggu pengumuman resmi sebelum menilai kemampuan perangkat.
Jika spesifikasi tersebut terbukti benar, Xiaomi 18 Pro Max berpotensi menawarkan performa kelas flagship.
Peluncuran resmi nantinya akan menjadi penentu spesifikasi dan kemampuan akhir smartphone tersebut.
“Baca Juga: Harga HP Bekas Naik akibat Kelangkaan Chip Memori“









