lbh-apik.or.id – Dukungan perangkat lunak kini menjadi pertimbangan utama dalam memilih ponsel pintar.
Banyak pengguna menilai masa pembaruan sama pentingnya dengan spesifikasi perangkat keras.
Selain itu, pembaruan sistem menjaga kinerja, keamanan, dan kenyamanan penggunaan jangka panjang.
Karena alasan tersebut, kebijakan pembaruan sering menentukan keputusan pembelian.
Motorola sebagai merek lama terus menyesuaikan strategi untuk menjawab tuntutan pasar.
Namun, kebijakan pembaruan mereka masih memunculkan pro dan kontra.
“Baca Juga: Bocoran Baterai Galaxy S26+, Samsung Pertahankan 45W“
Motorola Tingkatkan Kebijakan, Namun Belum Merata
Motorola mulai menawarkan pembaruan hingga lima tahun pada beberapa perangkat tertentu.
Langkah ini menunjukkan niat baik dalam meningkatkan umur pakai ponsel.
Meski demikian, sebagian besar model masih hanya menerima tiga pembaruan Android.
Kondisi ini membuat daftar perangkat dengan dukungan panjang terasa terbatas.
Ironisnya, banyak perangkat mahal justru masuk kategori tiga kali pembaruan.
Fakta ini memicu keraguan calon pembeli yang mengutamakan pemakaian jangka panjang.
Seri Razr Masih Terbatas Tiga Pembaruan
Motorola Razr dikenal sebagai ponsel lipat premium dengan harga tinggi.
Namun, seri ini masih mengikuti kebijakan tiga generasi Android.
Motorola Razr 2023 dan Razr+ 2023 akan berhenti di Android 16.
Sementara itu, Razr 2024 dan Razr+ 2024 hanya bertahan hingga Android 17.
Motorola Razr 2025 dan seluruh variannya diproyeksikan berhenti di Android 18.
Kebijakan ini terasa kurang sepadan dengan harga dan teknologi yang ditawarkan.
Seri Edge Terbaru Juga Bernasib Serupa
Seri Edge menjadi lini utama Motorola untuk segmen menengah dan atas.
Namun, banyak model Edge terbaru juga hanya menerima tiga pembaruan utama.
Motorola Edge 70 diproyeksikan berhenti di Android 19.
Sementara itu, Edge 60 dan seluruh variannya akan berakhir di Android 18.
Edge 50 Pro, Ultra, dan Fusion hanya bertahan hingga Android 17.
Model lama seperti Edge 30 Ultra bahkan berhenti di Android 15.
Motorola ThinkPhone juga hanya menerima pembaruan hingga Android 16.
Kondisi ini cukup mengejutkan untuk perangkat berorientasi profesional.
Motorola Tertinggal dari Kompetitor
Banyak pesaing kini menawarkan pembaruan Android hingga enam tahun.
Beberapa merek bahkan menerapkan kebijakan tersebut pada ponsel menengah.
Perbandingan ini membuat Motorola terlihat tertinggal dalam hal dukungan jangka panjang.
Padahal, perangkat keras modern mampu bertahan selama bertahun-tahun.
Akibatnya, pembatasan perangkat lunak terasa sebagai hambatan yang disengaja.
Situasi ini menurunkan daya tarik produk Motorola di mata konsumen kritis.
Tanda Positif dari Perubahan Kebijakan
Meski demikian, Motorola mulai menunjukkan arah perubahan yang jelas.
Perusahaan meluncurkan Edge 50 Neo dengan janji lima pembaruan Android.
Motorola kemudian memperluas kebijakan tersebut ke Moto G75 dan Edge 60 Neo.
ThinkPhone 25 juga masuk dalam daftar perangkat dengan dukungan lebih panjang.
Langkah ini memberi harapan bagi pengguna setia Motorola.
Namun, konsumen masih menunggu penerapan yang lebih luas dan konsisten.
Menuju Standar Tujuh Tahun Pembaruan
Awal tahun ini, Motorola mengumumkan kebijakan tujuh pembaruan Android.
Kebijakan ini berlaku untuk lini baru bertajuk Motorola Signature.
Langkah tersebut menyetarakan Motorola dengan merek besar lain di industri.
Namun, dampaknya akan terasa jika diterapkan pada lebih banyak perangkat.
Selain durasi, Motorola juga meningkatkan kecepatan distribusi pembaruan.
Peluncuran Android 16 berlangsung lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.
Daftar HP Motorola: bagi Calon Pembeli
Calon pembeli perlu memahami peta pembaruan sebelum memilih ponsel Motorola.
Informasi ini membantu menghindari penyesalan di masa depan.
Pengguna disarankan terus memantau perkembangan kebijakan Motorola.
Dengan informasi tepat, keputusan pembelian akan menjadi lebih cerdas dan rasional.
“Baca Juga: Honor Magic Pad 3 Pro Jadi Tablet Android Terkencang 2025“








