lbh-apik.or.id – Apple dikabarkan akan menaikkan harga iPhone 18 Pro hingga mencapai 1.399 dolar AS. Harga tersebut meningkat sekitar 300 dolar AS dibandingkan generasi sebelumnya.
Meskipun kenaikan harga cukup besar, Apple tetap percaya diri menghadapi pasar. Perusahaan memiliki basis pengguna loyal yang terus membeli produk premium mereka.
Selain itu, Apple juga masih menguasai segmen ponsel kelas atas. Kondisi ini membuat perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk menaikkan harga.
“Baca Juga: OnePlus Pad 3 Pro Meluncur dengan Chip Snapdragon Terbaru“
Apple Kuasai Pasar Smartphone Premium Global
Data pasar menunjukkan Apple masih memimpin kategori smartphone premium. Pada 2025, Apple dan Samsung memiliki jumlah pengiriman yang hampir berdekatan.
Apple mengirimkan sekitar 247,2 juta smartphone. Sementara itu, Samsung mencatat pengiriman sekitar 240,9 juta unit.
Namun, persaingan berubah ketika melihat kategori harga premium. Apple jauh unggul dalam penjualan perangkat dengan harga di atas 600 dolar AS.
Apple mencatat sekitar 219,8 juta unit di kategori tersebut. Sementara itu, Samsung hanya mencapai sekitar 60,4 juta unit.
Karena itu, Apple menguasai sebagian besar pasar premium. Perusahaan juga mendapatkan keuntungan besar dari penjualan perangkat mahal.
iPhone Tetap Dominasi Segmen Harga Tertinggi
Apple semakin kuat di pasar smartphone dengan harga lebih dari 1.000 dolar AS. iPhone menyumbang sekitar tiga perempat penjualan dalam kategori tersebut.
Sementara itu, Samsung, Huawei, dan Google masih bersaing untuk mendapatkan sisa pasar. Kondisi ini menunjukkan kekuatan merek Apple di kelas premium.
Selain penjualan tinggi, Apple juga mencatat keuntungan besar dari industri smartphone. Perusahaan menguasai sekitar 66 persen laba kotor pasar.
Sebagai perbandingan, Samsung memperoleh sekitar 12 persen. Sementara itu, Xiaomi hanya mencatat sekitar 2 persen.
Biaya Produksi Mendorong Kenaikan Harga iPhone 18 Pro
Apple menjelaskan bahwa peningkatan biaya komponen menjadi alasan kenaikan harga. Salah satu faktor utama berasal dari kenaikan biaya memori.
Selain Apple, beberapa produsen lain juga mulai menaikkan harga perangkat mereka. Karena itu, pasar memperkirakan banyak smartphone baru akan lebih mahal.
Namun, Apple tetap memiliki keunggulan karena pelanggan premium lebih fokus pada kualitas. Banyak pengguna tetap memilih iPhone meskipun harga terus meningkat.
Pasar Smartphone Menurun, Segmen Premium Tetap Tumbuh
Pasar smartphone global menghadapi tekanan pada 2026. Perkiraan menunjukkan pengiriman smartphone dapat turun dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah pengiriman global diprediksi turun dari 1,26 miliar unit menjadi 1,09 miliar unit. Akan tetapi, segmen premium justru menunjukkan pertumbuhan.
Kategori premium yang mencakup perangkat mahal diperkirakan meningkat sekitar 3,5 persen. Penjualan dapat naik dari 361 juta unit menjadi 374 juta unit.
Kondisi tersebut membuat Apple tetap memiliki peluang besar. Pasar premium menjadi area utama bagi perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan.
Harga iPhone 18 Pro Naik, Apple Hadapi Tantangan dari Teknologi AI dan Ponsel Lipat
Meskipun kuat di pasar premium, Apple tetap menghadapi beberapa tantangan. Perkembangan fitur AI menjadi salah satu perhatian utama bagi perusahaan.
Selain itu, Apple juga belum memiliki produk ponsel lipat. Sementara itu, beberapa pesaing mulai memperluas pasar foldable.
Karena itu, iPhone 18 Pro menjadi produk penting bagi Apple. Perusahaan harus menjaga inovasi agar pelanggan tetap tertarik.
Pada akhirnya, kenaikan harga iPhone 18 Pro menunjukkan kepercayaan diri Apple. Dominasi pasar premium membuat perusahaan mampu mengambil langkah besar.
Namun, Apple tetap harus meningkatkan inovasi. Persaingan teknologi semakin ketat dan pengguna mulai mencari fitur baru.
“Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Flip 8 Siap Meluncur“








