lbh-apik.or.id – Huawei terus memimpin inovasi jaringan global melalui pengembangan 5G-Advanced (5G-A), evolusi terbaru dari teknologi 5G. Teknologi ini menggabungkan kecerdasan buatan untuk menciptakan konektivitas yang lebih cerdas, efisien, dan merata di berbagai wilayah.
Target Ambisius Huawei untuk Tahun 2025
Huawei menargetkan 100 juta pengguna smartphone yang kompatibel dengan 5G-A sebelum akhir 2025.
Perusahaan juga menyiapkan lebih dari 50 jaringan berskala besar yang siap beroperasi secara global.
Menurut laporan TechRadar, langkah ini mencerminkan keyakinan Huawei terhadap percepatan adopsi 5G-A di pasar dunia.
Namun, pengamat menilai realisasi di luar Tiongkok masih bergantung pada kesiapan infrastruktur global.
“Baca Juga: Poco M7 Hadir dengan Baterai 7.000 mAh dan Layar 144Hz“
Konsep AgenticRAN dan Otomasi Jaringan Cerdas
Huawei memperkenalkan konsep baru bernama AgenticRAN, kerangka kerja yang menyatukan kecerdasan dalam spektrum, energi, dan operasi jaringan.
Pendekatan ini menjadi dasar menuju otomasi jaringan tingkat lanjut atau AN L4.
Walau klasifikasi tersebut masih menjadi standar internal Huawei, perusahaan yakin teknologi ini akan mempercepat proses pengelolaan jaringan di masa depan.
Perangkat Keras Baru untuk Cakupan Lebih Luas
Huawei juga merilis seri ultra-wideband AAU dengan desain dual-band fused array.
Perangkat ini mampu memperluas jangkauan jaringan dan meningkatkan kecepatan koneksi.
Selain itu, solusi seperti Pano Radio dan EasyAAU mendukung jumlah koneksi yang jauh lebih besar.
Teknologi ini juga mengurangi latensi, sehingga mampu menangani proses berbasis AI secara real time tanpa hambatan.
Membangun Infrastruktur 100 Mbps untuk IoT dan AI
Huawei mengembangkan arsitektur jaringan baru dengan kecepatan dasar 100 Mbps.
Infrastruktur ini mendukung pertumbuhan Internet of Things (IoT) dan ekosistem berbasis kecerdasan buatan.
Melalui teknologi ini, Huawei ingin memastikan pemerataan akses digital di seluruh wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan.
Proyek seperti RuralCow dan LampSite X dirancang untuk memperluas jaringan hingga ke daerah terpencil, termasuk lautan dan gurun.
Transformasi Infrastruktur ke Sistem Berbasis Data
Huawei menghadirkan sistem antena dan tenaga digital yang mampu mengubah komponen pasif menjadi infrastruktur pintar berbasis data.
Infrastruktur ini dapat dikendalikan secara dinamis untuk meningkatkan efisiensi energi dan operasional.
Langkah ini menunjukkan bagaimana Huawei menggabungkan data dan AI untuk menciptakan jaringan yang lebih adaptif dan hemat energi.
Prediksi Pertumbuhan AI Agents dan Smartphone Cerdas
Huawei memperkirakan bahwa pada tahun 2030, jumlah AI agents akan melampaui aplikasi tradisional.
Kondisi ini akan menciptakan bentuk komunikasi baru yang berbasis niat dan kolaborasi antarperangkat.
Pengguna akan berinteraksi melalui sistem holografis dan jaringan yang mampu memahami konteks percakapan.
Huawei juga memperkirakan pengiriman smartphone berbasis AI akan mencapai 400 juta unit pada akhir 2025.
Tantangan dan Peluang Global
Walau ambisi Huawei besar, adopsi global 5G-A masih menghadapi tantangan.
Kesiapan operator dan kebijakan vendor di luar Tiongkok akan menjadi faktor utama keberhasilan teknologi ini.
Huawei menegaskan bahwa 5G-Advanced bukan sekadar inovasi jaringan, melainkan penggerak ekonomi dengan potensi nilai triliunan dolar.
Namun, dampak nyata dari teknologi ini baru bisa terlihat setelah penerapan luas di dunia nyata.
Kesimpulan: Huawei Dorong 5G-Advanced dengan AI
Huawei berupaya menciptakan masa depan jaringan yang lebih cerdas dan inklusif.
Melalui kombinasi AI dan 5G-Advanced, perusahaan ini ingin mengubah cara manusia terhubung, berinteraksi, dan berkomunikasi di era digital berikutnya.
“Baca Juga: iPhone 17 Bawa 8 Peningkatan Besar yang Ungguli iPhone 16“










