lbh-apik.or.id – Smart glasses semakin populer di pasar teknologi. Namun, perangkat ini juga memicu kekhawatiran baru terkait privasi. Kemampuan merekam foto, video, dan suara secara langsung membuat banyak pihak mempertanyakan keamanan pengguna maupun orang di sekitarnya.
Meta menjadi perusahaan yang paling banyak mendapat sorotan. Di sisi lain, produsen lain seperti Google, Samsung, dan Apple juga mulai menghadapi tantangan serupa seiring pengembangan perangkat pintar mereka.
“Baca Juga: Galaxy Z Fold 8 Usung AI Praktis untuk Aktivitas Harian“
Meta Hadapi Kritik Soal Fitur Perekaman
Meta menghadirkan smart glasses yang mampu merekam berbagai aktivitas dari sudut pandang pengguna. Perangkat ini sebenarnya memiliki lampu indikator sebagai penanda ketika kamera aktif.
Namun, sejumlah pengguna menemukan cara untuk menonaktifkan indikator tersebut. Temuan itu memicu kekhawatiran karena orang di sekitar tidak lagi mengetahui kapan proses perekaman berlangsung.
Meta kemudian merespons dengan menambahkan sistem anti-rusak. Fitur ini akan menonaktifkan perangkat apabila pengguna mencoba memodifikasi komponen keamanan.
Perusahaan juga sempat mengembangkan fitur pengenalan wajah bernama Name Tag. Fitur tersebut diketahui setelah muncul laporan media. Setelah itu, Meta menghapus kode fitur tersebut dari aplikasinya.
Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, kemudian mengonfirmasi bahwa fitur tersebut memang pernah dikembangkan. Selain itu, Meta juga mempertimbangkan menghadirkan smart glasses tanpa kamera sebagai alternatif bagi pengguna yang lebih peduli terhadap privasi.
Google, Samsung, dan Apple Ikut Masuk Persaingan
Persaingan pasar smart glasses diperkirakan semakin ketat pada akhir tahun.
Google dan Samsung disebut bersiap meluncurkan produk baru mereka.
Sementara itu, Apple juga dikabarkan mengembangkan perangkat serupa. Namun, perusahaan memilih menunda peluncuran agar dapat menyempurnakan aspek perlindungan privasi.
Meski kontroversi terus muncul, minat konsumen terhadap smart glasses tetap meningkat. Meta bahkan mencatat penjualan dalam jumlah besar selama beberapa tahun terakhir.
Banyak pengguna memanfaatkan perangkat tersebut untuk mengambil foto cepat, merekam perjalanan, hingga mendukung aktivitas olahraga.
Selain itu, teknologi AI juga membantu penyandang tunanetra melalui layanan seperti Be My Eyes, yang memanfaatkan kamera smart glasses untuk mengenali lingkungan sekitar.
Produsen Hadirkan Solusi Baru
Beberapa perusahaan memilih pendekatan berbeda untuk menjawab kekhawatiran konsumen.
Even Realities menawarkan smart glasses tanpa kamera sehingga pengguna tidak perlu khawatir mengenai perekaman.
Sementara itu, Solos menyediakan pelindung kamera yang dapat dipasang ketika pengguna berada di area yang membutuhkan privasi lebih tinggi.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa produsen mulai memperhatikan kebutuhan pengguna yang menginginkan perangkat pintar tanpa mengorbankan privasi.
Smart Glasses Berbeda dari Smartphone
Aktivis privasi menilai smart glasses memiliki risiko yang berbeda dibandingkan smartphone.
Pengguna smartphone harus mengangkat perangkat dan membuka aplikasi kamera sebelum merekam. Aktivitas tersebut biasanya mudah terlihat oleh orang lain.
Sebaliknya, smart glasses dapat merekam secara lebih tersembunyi karena kamera berada di bingkai kacamata. Kondisi ini membuat orang di sekitar lebih sulit mengetahui proses perekaman.
Sebagian ahli mengusulkan penggunaan lampu indikator yang lebih terang atau desain kamera yang lebih jelas terlihat. Namun, produsen juga harus mempertimbangkan keinginan konsumen yang menginginkan desain tetap sederhana.
Regulasi Dinilai Semakin Penting
Sejumlah pakar menilai perkembangan teknologi harus diikuti dengan aturan yang lebih jelas.
Consumer Reports, misalnya, mendukung regulasi yang mewajibkan setiap perangkat perekam memiliki indikator visual yang tidak dapat dimatikan pengguna.
Aturan tersebut diharapkan mampu melindungi privasi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan terhadap teknologi baru.
Masa Depan Smart Glasses Bergantung pada Kepercayaan
Popularitas smart glasses terus meningkat karena menawarkan berbagai manfaat praktis. Namun, isu privasi tetap menjadi tantangan terbesar bagi industri.
Produsen kini harus menemukan keseimbangan antara inovasi, kenyamanan penggunaan, dan perlindungan privasi. Keberhasilan mereka membangun kepercayaan publik akan menentukan arah perkembangan smart glasses pada masa mendatang.
“Baca Juga: Bocoran iPhone Air 2: Dynamic Island Makin Kecil“










