lbh-apik.or.id – Hanya beberapa minggu setelah peluncuran, iPhone 17 Pro langsung menarik perhatian. Namun, sorotan bukan soal fitur baru. Ponsel ini ramai dibicarakan karena isu goresan yang disebut “Scratchgate.”
Beberapa demo unit di gerai retail menunjukkan tanda keausan. Bagian yang paling terlihat ada di sekitar rumah kamera. Calon pembeli merasa khawatir melihat tanda seperti itu muncul sangat cepat.
Harga iPhone 17 Pro yang mencapai puluhan juta membuat isu ini semakin besar. Bagaimana mungkin perangkat premium terlihat aus dalam hitungan minggu?
“Baca Juga: Poco F8 Hadir dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 di 2026“
Uji Ketahanan yang Memicu Pertanyaan
Beberapa pihak independen melakukan pengujian. iFixit dan YouTuber JerryRigEverything menguji lapisan anodized pada rangka aluminium. Hasilnya menunjukkan lapisan tersebut bisa terkelupas saat terkena benda logam.
Goresan itu tidak samar, melainkan meninggalkan bercak yang jelas. Temuan ini membuat banyak orang mempertanyakan daya tahan material iPhone 17 Pro. Apalagi Apple aktif mempromosikan desain ramping tanpa case.
Penjelasan Resmi dari Apple
Apple memberikan klarifikasi berbeda. Menurut pernyataan resmi, tanda yang terlihat bukan goresan permanen. Apple menyebutnya sebagai “material transfer” dari dudukan MagSafe yang digunakan di toko.
Menurut mereka, residu tersebut bisa dibersihkan. Apple juga menegaskan fenomena ini tidak terbatas pada iPhone 17 Pro. Produk lama dengan permukaan aluminium anodized bisa menunjukkan gejala serupa.
Namun, banyak pengguna tetap ragu. Mereka menilai pernyataan Apple belum menjawab kekhawatiran yang muncul dari pengujian independen.
Pertarungan Dua Perspektif
Di satu sisi, argumen Apple masuk akal. Demo unit di toko memang digunakan ratusan pengunjung setiap hari. Kondisi ini jelas berbeda dengan penggunaan pribadi.
Namun, laporan iFixit menunjukkan masalah lebih serius. Mereka menemukan pemakaian normal saja sudah bisa mengikis lapisan cat. Bahkan, kontak dengan saku atau meja bisa menimbulkan keausan hanya dalam beberapa hari.
Jika Anda pengguna yang suka memakai iPhone tanpa case, risiko ini jelas lebih terasa. Kontak dengan debu, kain, atau partikel kecil bisa menimbulkan tanda permanen.
Perbandingan Material dengan Pesaing
Apple mengganti material dari titanium menjadi aluminium. Perubahan ini membuat iPhone 17 Pro lebih ringan dan terasa dingin. Namun, trade-off-nya adalah daya tahan yang berkurang.
Dalam uji jatuh, Galaxy S25 Ultra dengan rangka titanium terlihat lebih kuat. Perbandingan ini membuat konsumen semakin sadar akan konsekuensi desain Apple.
Seperti di dunia otomotif, pengurangan bobot sering berdampak pada daya tahan. Konsumen perlu memahami risiko sebelum membeli perangkat premium ini.
Apa yang Harus Dipertimbangkan Pengguna
Jika Anda selalu menggunakan case, mungkin tidak akan merasakan masalah. Lapisan pelindung bisa mengurangi risiko goresan. Namun, jika Anda membeli iPhone untuk menikmati desain ramping, kekhawatiran ini valid.
Mengeluarkan Rp30 juta tentu memberi ekspektasi tinggi. Konsumen wajar berharap perangkat bisa bertahan lama tanpa kerusakan visual. Karena itu, membandingkan dengan pilihan lain di pasar sangat penting.
Kesimpulan: Estetika atau Ketahanan?
“Scratchgate” tidak serta-merta membuat iPhone 17 Pro gagal. Namun, isu ini memberi pelajaran penting bahwa setiap keputusan desain ada konsekuensinya.
Sebagai pengguna, Anda perlu menimbang prioritas. Apakah mengutamakan desain ramping dan ringan? Ataukah memilih daya tahan lebih baik? Dengan pertimbangan matang, keputusan pembelian akan terasa lebih bijak.
“Baca Juga: iPhone 17 Pro Max vs Galaxy S25 Ultra: Uji Bodi Flagship“









