lbh-apik.or.id – Meta mengambil langkah berani dengan menunda peluncuran kacamata mixed reality generasi barunya. Perangkat yang berkode nama Phoenix ini dijadwalkan rilis pada 2026, namun kini Meta memindahkan jadwalnya ke semester pertama 2027. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Meta ingin meningkatkan kualitas produk dan tidak mengikuti tekanan pasar.
“Baca Juga: Harga dan Spesifikasi Motorola moto g57 POWER Terbaru“
Meta Pilih Kesempurnaan daripada Kecepatan
Business Insider melaporkan bahwa memo internal Meta menjelaskan alasan penundaan ini. Maher Saba, Wakil Presiden Meta Reality Labs Foundation, menyampaikan bahwa tim membutuhkan waktu lebih lama. Ia menilai perangkat harus menawarkan pengalaman yang lebih halus dan andal.
Gabriel Aul dan Ryan Cairns juga menegaskan hal itu dalam memo berikutnya. Mereka menyebut bahwa jadwal baru memberi ruang lebih besar untuk menyelesaikan perangkat dengan benar. Meta tampaknya ingin menghindari peluncuran terburu-buru, terutama setelah Apple menaikkan standar lewat Vision Pro.
Desain “Phoenix”: Mirip Goggle dengan Daya Eksternal
Laporan The Information memberi gambaran awal mengenai bentuk “Phoenix”. Perangkat ini disebut hadir dengan desain mirip kacamata renang. Sistem dayanya mengandalkan baterai eksternal yang terhubung melalui kabel, seperti Apple Vision Pro.
Desain ini memberi sinyal bahwa Meta mengejar performa tinggi dengan komponen bertenaga besar. Pendekatan tersebut memungkinkan Meta menciptakan pengalaman visual yang lebih kuat tanpa membebani kepala pengguna.
Penundaan Bantu Meta Siapkan Ekosistem Aplikasi
Meta sadar bahwa perangkat mixed reality membutuhkan ekosistem aplikasi yang matang. Vision Pro membuktikan bahwa perangkat canggih tidak cukup tanpa pengalaman yang membuat pengguna merasa “butuh”.
Penundaan hingga 2027 memberi Meta kesempatan untuk mengembangkan perangkat lunak yang lebih menarik. Tim Meta juga bisa menyesuaikan strategi setelah melihat respons pasar terhadap Vision Pro.
Meta Kembangkan Wearable Lain seperti “Malibu 2”
Meta tidak hanya fokus pada Phoenix. Memo internal Saba menyebutkan bahwa perusahaan juga menggarap wearable edisi terbatas bernama Malibu 2. Perangkat ini bisa menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk wearable Meta.
Akuisisi Meta terhadap Limitless mendukung hal itu. Limitless menciptakan Pendant, sebuah wearable AI berbentuk kalung yang selalu aktif. Akuisisi ini menunjukkan minat Meta pada perangkat AI kecil dan personal. Malibu 2 kemungkinan mengikuti arah desain tersebut.
Strategi Panjang Meta untuk Komputasi Spasial
Penundaan “Phoenix” menunjukkan bahwa Meta ingin bermain dalam jangka panjang. Pasar mixed reality masih baru dan belum stabil. Meta dapat mempelajari kekurangan Vision Pro, memahami kebutuhan pengguna, lalu menyempurnakan Phoenix sebelum rilis.
Keputusan ini juga memberi waktu bagi teknologi penting—seperti chipset dan layar—untuk berkembang. Meta berharap penundaan ini akan menghasilkan perangkat yang benar-benar kuat dan nyaman digunakan setiap hari.
Kesimpulan: Taruhan Besar Meta untuk Masa Depan MR
Penundaan Phoenix mungkin mengecewakan sebagian pengguna. Namun, strategi ini menegaskan bahwa Meta ingin merilis perangkat yang matang. Meta bertaruh bahwa kualitas lebih penting daripada kecepatan. Kita akan melihat apakah taruhan ini berhasil saat Phoenix muncul pada 2027.
“Baca Juga: Kode 2608BPX34C Xiaomi Ternyata Bukan Ponsel Lipat Tiga“









