lbh-apik.or.id – Google Pixel 10: Bayangkan membeli smartphone flagship seharga Rp12 juta dengan penuh semangat. Anda membuka kotak, menyalakan perangkat, lalu merasa kecewa. Bukan karena desain atau performa, tetapi karena layar terasa kurang mulus. Pada Google Pixel 10, refresh rate 120Hz ternyata dinonaktifkan secara bawaan.
“Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Hadir dengan Qi2, Tanpa PowerShare?“
Layar Pixel 10 Tersembunyi di 60Hz
Menurut laporan Android Authority, Pixel 10 memiliki layar dengan refresh rate hingga 120Hz. Namun, pada model standar, Google memilih mengunci refresh rate di 60Hz. Akibatnya, pengalaman scrolling terasa kaku dibandingkan smartphone flagship lain. Rasanya seperti membeli mobil sport tetapi hanya bisa berkendara di mode hemat energi.
Cara Mengaktifkan Refresh Rate 120Hz
Untungnya, pengguna dapat mengaktifkan opsi ini dengan mudah. Cukup buka Settings > Display > Smooth display, lalu aktifkan fitur tersebut. Setelah itu, layar akan terasa lebih mulus. Namun, Google sudah memperingatkan bahwa baterai akan lebih cepat habis. Pengguna perlu menimbang kenyamanan visual dengan daya tahan baterai.
Mengapa Google Mengunci 120Hz?
Google tampaknya memiliki dua alasan utama. Pertama, Pixel 10 standar menggunakan panel LTPS OLED yang hanya beralih antara 60Hz dan 120Hz. Tidak seperti panel LTPO pada varian Pro, LTPS tidak bisa turun hingga 10Hz untuk menghemat daya. Dengan mengunci 120Hz, Google memastikan baterai lebih tahan lama.
Kedua, banyak pengguna tidak menyadari perbedaan antara 60Hz dan 120Hz. Bagi mereka, ketahanan baterai lebih penting daripada kelancaran visual. Dengan strategi ini, Google menekankan pengalaman baterai konsisten untuk mayoritas pengguna.
Dampak bagi Gamer dan Penggemar Teknologi
Bagi kalangan gamer atau pengguna yang terbiasa dengan perangkat premium, keputusan ini terasa mengecewakan. Refresh rate tinggi memberikan pengalaman yang lebih halus, terutama saat bermain game atau menelusuri konten panjang. Jika Anda masuk kelompok ini, mengaktifkan 120Hz wajib dilakukan. Namun, siapkan power bank karena konsumsi daya meningkat.
Perbedaan Penyimpanan Antar Varian
Selain masalah refresh rate, Pixel 10 juga memiliki perbedaan lain. Varian 128GB hanya menggunakan penyimpanan UFS 3.1, sementara versi 256GB ke atas sudah memakai UFS 4.0. Bagi pengguna yang sering menyimpan file besar atau aplikasi berat, varian dengan kapasitas lebih tinggi jelas lebih ideal.
Apa Artinya untuk Masa Depan Flagship?
Tren ini menunjukkan produsen semakin menekankan optimasi pengalaman harian. Mereka kadang memilih menonaktifkan fitur canggih demi efisiensi baterai. Strategi ini cocok untuk pasar umum, tetapi bisa membuat pengguna antusias teknologi merasa kecewa.
Pertimbangan Kesehatan Mata
Tidak semua orang cocok dengan refresh rate tinggi. Sebagian pengguna justru merasa mata lebih cepat lelah. Jika Anda sensitif terhadap flicker layar, pertimbangkan kembali sebelum mengaktifkannya.
Pilihan Ada di Tangan Pengguna
Google Pixel 10 menyimpan fitur 120Hz yang harus diaktifkan secara manual. Keputusan ini menekankan efisiensi baterai, tetapi mengorbankan pengalaman visual awal. Pada akhirnya, pilihan kembali ke pengguna. Apakah Anda memilih layar halus dengan risiko baterai cepat habis, atau tetap di 60Hz demi ketahanan daya?
“Baca Juga: IM3 Platinum Tawarkan Kuota 1 TB untuk Streaming dan Meeting“









