lbh-apik.or.id – Samsung bersiap meluncurkan Galaxy S26 series pada Januari 2026. Seri ini kemungkinan membawa standar Qi2 penuh untuk pengisian nirkabel. Namun, kabar buruknya, fitur reverse wireless charging atau Wireless PowerShare bisa saja dihapus.
“Baca Juga: Apple Tantang Samsung, iPhone 17 Siap Rilis Cepat di Korea“
Qi2 Membawa Kemudahan Pengisian Nirkabel
Qi2 hadir sebagai evolusi dari standar Qi. Teknologi ini menawarkan kecepatan hingga 15W dan sistem magnet untuk posisi pengisian lebih stabil. Saat ini, Galaxy S25 series baru sebatas “Qi2 Ready” tanpa magnet bawaan.
Dengan Galaxy S26, Samsung dilaporkan akan menanam magnet langsung ke bodi ponsel. Sistem ini membuat pengisian lebih mudah dan rapi, mirip dengan MagSafe di iPhone. Pengguna tidak perlu lagi casing tambahan untuk menjaga alignment.
Konsekuensi dari Magnet Internal
Namun, ada harga yang harus dibayar. Google sudah menghadapi masalah serupa di Pixel 10 series. Magnet bawaan membuat reverse wireless charging tidak lagi tersedia. Samsung kemungkinan harus mengambil langkah sama.
Wireless PowerShare, fitur yang biasa menyelamatkan pengguna saat earbuds atau smartwatch kehabisan baterai, bisa hilang. Fitur ini memang jarang dipakai, tetapi sangat berguna saat darurat.
Risiko Gangguan pada S Pen
Selain isu daya balik, ada kekhawatiran lain yang muncul. Magnet internal berpotensi mengganggu fungsi S Pen. Beberapa pengguna Galaxy S24 Ultra melaporkan S Pen tidak responsif saat menggunakan casing magnetik.
Jika magnet kini ada langsung di bodi Galaxy S26, Samsung harus bekerja keras agar S Pen tetap lancar. Perusahaan perlu menyesuaikan cara kerja komunikasi antara S Pen dan layar agar bebas interferensi.
Apa yang Bisa Menjadi Penyeimbang?
Jika benar menghapus Wireless PowerShare, Samsung wajib menghadirkan keuntungan lain. Kecepatan Qi2 hingga 15W bisa jadi daya tarik. Pengisian lebih cepat dan stabil akan terasa lebih praktis.
Selain itu, peningkatan kamera, desain, atau efisiensi daya bisa menjadi kompensasi. Samsung juga mungkin menyiapkan solusi alternatif, misalnya aksesori khusus untuk berbagi daya.
Pilihan Pengguna Akan Menentukan
Keputusan ini akan memengaruhi preferensi banyak pengguna. Sebagian orang lebih memilih kemudahan pengisian nirkabel dengan magnet bawaan. Namun, sebagian lain menganggap kehilangan reverse charging sebagai kerugian besar.
Seperti kasus di Google Pixel, inovasi selalu datang dengan trade-off. Pertanyaan pentingnya: seberapa besar pengorbanan yang bersedia diterima pengguna?
Masa Depan Pengisian Nirkabel Samsung
Samsung harus berhati-hati menyeimbangkan inovasi dan kebutuhan pengguna. Jika Galaxy S26 benar-benar menghapus Wireless PowerShare, perusahaan perlu memberi alasan kuat. Pengalaman pengisian yang lebih smooth bisa jadi nilai tambah besar.
Namun, jika gangguan S Pen terjadi, masalah ini bisa memicu kekecewaan. Samsung harus memastikan teknologi Qi2 tidak mengurangi kenyamanan pengguna yang setia dengan fitur lama.
“Baca Juga: IM3 Platinum Tawarkan Kuota 1 TB untuk Streaming dan Meeting“









